Sabtu, 09 Juni 2012

Organizing atau Pengorganisasian

*   Pengertian Organizing atau Pengorganisasian :

Istilah organisasi mempunyai dua arti umum, Pertama, mengacu pada suatu lembaga (institution) atau kelompok fungsional, sebagai contoh kita mengacu pada perusahaan, badan pemerintah, rumah sakit, atau suatu perkumpulan olahraga. Arti kedua mengacu pada proses pengorganisasian, sebagai salah satu fungsi manajemen. 

Pengorganisasian (organizing) adalah tindakan menata ulang elemen berikut satu atau lebih aturan . Dan juga merupakan suatu cara pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan diantara para anggota organisasi sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien (Stoner, 1996). Sedangkan T Hani Handoko (1999) memberikan pengertian pengorganisasian  adalah proses penyusunan stuktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupnya.

 Apa pun umumnya dianggap terorganisir ketika terlihat seperti segala sesuatu memiliki urutan yang benar atau penempatan. Tapi itu hanya akhirnya terorganisir jika setiap elemen tidak memiliki perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk menemukannya. Dalam hal ini, pengorganisasian juga dapat didefinisikan sebagai menempatkan objek yang berbeda dalam pengaturan logis untuk lebih baik pencarian .

Organisasi adalah kelompok masyarakat sering mencoba untuk mengatur beberapa subjek tertentu, seperti isu politik. Jadi, bahkan ketika mengorganisir dapat dipandang sebagai definisi sederhana, bisa mendapatkan serumit mengorganisir informasi dunia.


*   Sejarah :

Secara historis, umat manusia selalu mencoba untuk mengatur dirinya sendiri. Penyelenggaraan informasi dapat dilihat sejak manusia waktu mulai menulis. Sebelum itu, sejarah ini diturunkan melalui lagu dan kata. Baik itu dengan agama, buku dan kata yang diucapkan, ilmu pengetahuan, melalui jurnal dan studi, atau dengan cara lain, pengorganisasian tidak hanya sejarah, tetapi juga membantu berkomunikasi sejarah. Menulis ide dalam sebuah buku, sebagai lawan berkomunikasi secara lisan dengan seseorang, dan lebih khusus lagi katalogisasi ide dan pikiran, juga merupakan upaya untuk mengorganisir informasi.


*   Sifat Organisasi :

Berikut ini adalah karakteristik penting dari organisasi : 
  1. Pembagian kerja atau spesialisasi : Filosofi seluruh organisasi tergantung pada konsep spesialisasi. Dalam spesialisasi, berbagai kegiatan yang ditugaskan kepada orang yang berbeda yang spesialis di daerah itu. Spesialisasi meningkatkan efisiensi. Dengan demikian, organisasi membantu dalam pembagian kerja dan tugas menetapkan bagi orang yang berbeda.
  2. Orientasi ke arah tujuan : Setiap organisasi memiliki tujuan sendiri dan tujuan. Pengorganisasian adalah fungsi yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi secara menyeluruh. Organisasi harmoni tujuan individu karyawan dengan tujuan keseluruhan perusahaan.
  3. Komposisi individu dan kelompok : Individu membentuk sebuah kelompok dan membentuk kelompok organisasi. Dengan demikian, organisasi adalah komposisi individu dan kelompok. Individu dikelompokkan ke dalam departemen dan pekerjaan mereka terkoordinasi dan diarahkan ke tujuan organisasi.
  4. Proses terus menerus : Sebuah organisasi adalah sekelompok orang dengan hubungan pasti satu sama lain yang memungkinkan mereka untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasi. Hubungan ini tidak datang untuk mengakhiri setelah menyelesaikan tugas. Organisasi merupakan suatu proses yang tidak pernah berakhir.
     
*   Proses Pengorganisasian 

Menurut Stoner (1996) langkah-langkah dalam proses pengorganisasian terdiri dari 5 lagkah, yaitu :
  1. Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Membagi beban kerja kedalam kegiatan-kegiatan secara logis dan memadai dapat oleh seseorang atau oleh sekelompok orang.
  3. Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan dengan cara yang logis dan efisien.
  4. Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis.
  5. Memantau efektivitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas.
Menurut T Hani Handoko (1999) proses pengorganisasian dapat ditunjukan dengan 3 langkah prosedur, yaitu:
  1. Perincian seluruh kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan secara logis dapat dilaksanakan oleh satu orang. Pembagian kerja ini sebaiknya tidak terjalu berat juga dan juga tidak terlalu ringan.
  3. Penggadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. 

*   Tujuan Organisasi
  1. Membantu untuk mencapai tujuan organisasi : Organisasi digunakan untuk mencapai tujuan keseluruhan. Organisasi memfokuskan perhatian tujuan individu terhadap tujuan keseluruhan.
  2. Penggunaan optimum sumber daya  : Untuk membuat optimal penggunaan sumber daya seperti manusia, material, mesin uang, dan metode, perlu untuk merancang organisasi dengan benar. Pekerjaan harus dibagi dan orang yang tepat harus diberikan pekerjaan yang tepat untuk mengurangi pemborosan sumber daya dalam suatu organisasi.
  3. Untuk melakukan fungsi manajerial : Perencanaan, Pengorganisasian, Personalia, Mengarahkan dan Pengendalian tidak bisa dilaksanakan tanpa organisasi yang tepat.
  4. Memfasilitasi pertumbuhan dan diversifikasi : Struktur organisasi yang baik sangat penting untuk memperluas kegiatan usaha. Struktur Organisasi menentukan sumber daya input yang dibutuhkan untuk perluasan kegiatan usaha yang sama organisasi sangat penting untuk diversifikasi produk seperti membentuk lini produk baru.
  5. Manusia pengobatan karyawan : Organisasi harus beroperasi untuk kemajuan karyawan yang tidak harus mendorong kebosanan kerja karena tingkat spesialisasi yang lebih tinggi. Sekarang, organisasi telah mengadaptasi konsep modern dari sistem pendekatan yang didasarkan pada hubungan manusia dan membuang produktivitas tradisional dan pendekatan spesialisasi. 

*   Prinsip - prinsip pengorganisasian :

Pengorganisasian dimaksudkan agar masing-masing unit menyadari kedudukan, fungsi, wewenang, dan tanggung jawabnya. Mereka bersatu dalam satu wadah bersama untuk bekerja sama demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


Agar pengorganisasian dapat berlangsung dengan baik, dan mencapai tujuan bersama dalam tata kerja yang baik.  Maka perlu diingatkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
  1. Masing-masing unit mempunyai kesadaran tinggi untuk sanggup menerima tujuan yang telah ditetapkan sehingga semua kegiatan setiap unit diarahkan ke tujuan bersama itu.
  2. Pembagian organisasi ke dalam bidang atau unit harus diatur sedemikian pas sehingga tidak ada unit atau lebih yang mempunyai tugas yang sama.
  3. Pembuatan stuktur Organisasi harus menggambarkan adanya satu perintah, adanya keseimbangan tugas antara unit dan sebagai dampak. Adanya kesederhanaan wewenang dan tanggung jawab agar mengurangi "span of control".
  4. Stuktur organisasi harus sederhana agar jalur kerja dan jalur hubungan dapat nampak jelas dan tidak terlalu bayak orang yang terlibat dalam tanggung jawab. Keterlibatan orang yang terlalu akan menghambat kerja dan merupakan suatu pemborosan.

*   Manajemen dalam pengorganisasian 

Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.


Sumber :

* http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Organizing&ei=63ElTc_LMIiHrAe6gJ2vDA&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=1&ved=0CCcQ7gEwAA&prev=/search%3Fq%3Dorganizing%26hl%3Did%26prmd%3Divnslb 

* http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:4WiCFMcMAb8J:pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/93021-6-248379751709.doc+pengorganisasian&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESi3bnAQ52Uorl7MJKC-l4_kPsM1pFeIkdpfUr7r8_crZwUI9MXRk3gx-02VnvD6hpDFQojtbetgkWOiqeagijP55tIO6-bED4p95YKDJehKq8_fbigpWSC-TEFPGEZaJmZ9Hvmu&sig=AHIEtbRgUYJlMb9TXWhSONviisD6STzvJg&pli=1

* http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/12/prinsip-prinsip-pengorganisasian.html

Perencanaan (Planning)

Perencanaan (Planning)

Dalam manajemen, Perencanaan ( Planning) adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
perencanaan
Perencanaan (Planning)

Tujuan Perencanaan
Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan empat tujuan perencanaan. Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
Tujuan ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan.
Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.
Selain keempat hal tersebut, sebagian besar studi menunjukan adanya hubungan antara perencanaan dengan kinerja perusahaan.

Elemen perencanaan
Perencanaan terdiri dari dua elemen penting, yaitu sasaran (goals) dan rencana itu sendiri (plan).

Sasaran
Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.
Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil. Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas. Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan, pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Seringkali stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan. Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan organisasi beserta anggotanya.
Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan organisasi untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama disebut pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, manajer puncak memberikan sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan oleh bawahannya menjadi sub-tujuan (subgoals) yang lebih terperinci. Bawahannya itu kemudian menurunkannya lagi kepada anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat paling bawah. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa manajer puncak adalah orang yang tahu segalanya karena mereka telah melihat gambaran besar perusahaan. Kesulitan utama terjadi pada proses penerjemahan sasaran atasan oleh bawahan. Seringkali, atasan memberikan sasaran yang cakupannya terlalu luas seperti “tingkatkan kinerja,” “naikkan profit,” atau “kembangkan perusahaan,” sehingga bawahan kesulitan menerjemahkan sasaran ini dan akhirnya salah mengintepretasi maksud sasaran itu (lihat gambar).
Pendekatan kedua disebut dengan management by objective atau MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak ditentukan oleh manajer puncak saja, tetapi juga oleh karyawan. Manajer dan karyawan bersama-sama membuat sasaran-sasaran yang ingin mereka capai. Dengan begini, karyawan akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan meningkat. Namun ada beberapa kelemahan dalam pendekatan MBO. Pertama, negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis. Kedua, adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya tanpa memedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga yang bilang MBO hanyalan sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri.

Rencana
Rencana atau plan adalah dokumen yang digunakan sebagai skema untuk mencapai tujuan. Rencana biasanya mencakup alokasi sumber daya, jadwa, dan tindakan-tindakan penting lainnya. Rencana dibagi berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekuensi penggunaannya. Berdasarkan cakupannya, rencana dapat dibagi menjadi rencana strategis dan rencana operasional. Rencana strategis adalah rencana umum yang berlaku di seluruh lapisan organisasi sedangkan rencana operasional adalah rencana yang mengatur kegiatan sehari-hari anggota organisasi.
Berdasarkan jangka waktunya, rencana dapat dibagi menjadi rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek. Rencana jangka panjang umumnya didefinisikan sebagai rencana dengan jangka waktu tiga tahun, rencana jangka pendek adalah rencana yang memiliki jangka waktu satu tahun. Sementara rencana yang berada di antara keduanya dikatakan memiliki intermediate time frame.
Menurut kekhususannya, rencana dibagi menjadi rencana direksional dan rencana spesifik. Rencana direksional adalah rencana yang hanya memberikan guidelines secara umum, tidak mendetail. Misalnya seorang manajer menyuruh karyawannya untuk “meningkatkan profit 15%.” Manajer tidak memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai 15% itu. Rencana seperti ini sangat fleksibel, namun tingkat ambiguitasnya tinggi. Sedangkan rencana spesifik adalah rencana yang secara detail menentukan cara-cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Selain menyuruh karyawan untuk “meningkatkan profit 15%,” ia juga memberikan perintah mendetail, misalnya dengan memperluas pasar, mengurangi biaya, dan lain-lain.
Terakhir, rencana dibagi berdasarkan frekuensi penggunannya, yaitu single use atau standing. Single-use plans adalah rencana yang didesain untuk dilaksanakan satu kali saja. Contohnya adalah “membangun 6 buah pabrik di China atau “mencapai penjualan 1.000.000 unit pada tahun 2006.” Sedangkan standing plans adalah rencana yang berjalan selama perusahaan tersebut berdiri, yang termasuk di dalamnya adalah prosedur, peraturan, kebijakan, dan lain-lain. (Sumber : Wikipedia)

Sabtu, 19 Mei 2012

Program Untuk Perhitungan Biaya Pemakaian Listrik Dengan Bahasa Turbo Pascal

Program Untuk Perhitungan Biaya Pemakaian Listrik Dengan Bahasa Turbo Pascal

Semakin hari Kebutuhan semakin bertambah, namun harga kebutuhan pokok justru semakin naik. Setelah diselikidiki ternyata ada hubungannya juga dengan kenaikan Tarif dasar listrik yang kadang dihiasi dengan kenaikan BBM. Nah makanya mulai sekarang kita mesti belajar ngirit. Untuk itu pada artikel ini akan dibahas mengenai pengiritan Listrik, tepatnya perhitungan biaya pemakaian listrik supaya kita bisa ngirit dalam menggunakan setrum atau listrik. Masih dengan bahasa pemrograman yang sama yaitu turbo pascal for DOS versi 7.0.
Sebagai contoh kasus misalnya, tarif dasar listrik Rp. 100,- per KWh. dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Jika Daya yang digunakan > 1300 VA maka :

- jika pemakaian > 300 KWh maka dikenakan denda 10%
- jika pemakaian <= 300 KWh maka dikenakan diskon 10%

2. Jika Daya yang digunakan <= 1300 VA maka :
- jika pemakaian > 100 KWh maka dikenakan denda 20%
- jika pemakaian <= 100 KWh maka dikenakan diskon 20% 
 
Disini kita menggunakan instruksi if .... then... else bertingkat untuk menyelesaikan algoritma dari permasalahan di atas. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika ada kondisi seperti di atas maka nilai yang tertinggi dulu yang dimasukkan ke instruksi tersebut.


1. Langkah pertama jalankan Turbo pascal, kemudian Ketikkan listing program berikut :

uses crt;
var daya,pemakaian,total:real;
ulang:char;
begin
repeat
clrscr;
writeln('Perhitungan biaya pemakaian listrik (Rp.100,- per KWh)');
writeln;
write('Besar daya listrik (VA) =');readln(daya);
write('Besar pemakaian (Kwh) =');readln(pemakaian);
if daya>1300 then
if pemakaian > 300 then
total:=1.1*pemakaian*150; {denda 10%}
if pemakaian <= 300 then
total:=0.9*pemakaian*150;{diskon 10%}
else
if pemakaian > 100 then
total:=1.2*pemakaian*150;{denda 20%}
if pemakaian <= 100 then
total:=0.8*pemakaian*150;{diskon 20%}

writeln('total biaya yang harus dibayar Rp.',total:1:0,',-');
writeln('Tekan sembarang tombol untuk mengulang atau X untuk keluar');
ulang:=readkey;
until upcase(ulang)='X';
end.
 
2. Kemudian jalankan program tersebut dengan menekan ctrl+F9 (Run), hasilnya seperti gambar berikut :



inti dari pembahasan kali ini adalah penggunaan struktur IF..then bertingkat, perhatikan penggunaan instruksi if..then di atas. 

terima kasih

Jumat, 11 Mei 2012

Pascal : Program Tumpukkan (Looping)

Pascal : Program Tumpukkan
Program Tumpukan ;
uses wincrt;
const MaxElemen=5;
type Tumpukan =record
isi:array[1..MaxElemen] of integer;
atas: 0..MaxElemen
end;
type isi=array[0..maxelemen] of integer;
const isilama1:isi=(3,7,2,6,4,8);
isibaru1:isi=(4,8,3,6,5,1);
var
Nilailama,Nilaibaru:isi;
T:tumpukan;
{---------------------------------------------------------------------}
Procedure Ganti_NilaiStack(T:tumpukan;Nilailama,Nilaibaru:isi);
var
penuh,habis: boolean;
x,i:integer;
{---------------------------------------------------------------------}
procedure push( var T:tumpukan; var penuh:boolean;x:integer);
begin
if T.atas = maxElemen then penuh:=true
else
begin
penuh :=false;
T.isi[T.atas]:=x;
T.atas:=T.atas+1;
end;
end;
{---------------------------------------------------------------------}
procedure pop(var T:tumpukan;var habis:boolean; var x:integer);
begin
if T.atas =0 then habis:=true
else
begin
habis:=false;
T.atas:=T.atas-1;
x:=T.isi[T.atas];
end;
end;
{---------------------------------------------------------------------}
begin
clrscr;
write('Nilai Lama Sebelum Masuk Tumpukan : ');
for i:=0 to maxelemen do
write(isilama1[i]);
writeln;
write('Nilai Baru Sebelum Masuk Tumpukan : ');
for i:=0 to maxelemen do
write(isibaru1[i]);
6
writeln;
penuh:=false;
while penuh=false do
begin
push(T,penuh,Nilailama[T.atas]);
end;
write('Isi Tumpukan Lama : ');
while T.atas<>0 do
begin
pop(T,habis,x);
write(x);
end;
writeln;penuh:=false;
while penuh=false do
begin
push(T,penuh,Nilaibaru[T.atas]);
end;
write('Isi Tumpukan Baru : ');
while T.atas<>0 do
begin
pop(T,habis,x);
write(x);
end;
end;
{---------------------------------------------------------------------}
begin
Nilailama:=isilama1;Nilaibaru:=isibaru1;
Ganti_NilaiStack(T,Nilailama,Nilaibaru);
readkey;
end.

Sumber : http://kumpulanprogram.nikisunday.com/2010/12/pascal-program-tumpukkan.html

Cara Membuat Program Dengan Turbo Pascal


Cara Membuat Program Dengan Turbo Pascal

 Program yang akan saya jelaskan berikut adalah contoh pengolahan data pada sebuah klinik. Pada contoh ini saya sertakan flow/deskripsi kebutuhan user dari program dan listing kode program. Listing program bisa sobat edit sesuai kebutuhan. Program ini saya buat berdasarkan tips membuat program pada blog ini.

Coba praktekan latihan berikut ini:
Berikut deskripsi kebutuhan user dari program pembayaran pada sebuah klinik;
Berikut adalah pengolahan data sebuah klinik
Nomor pasien :
Nama pasien :
Jenis kelamin :
Keluhan:
Dokter :
Biaya dokter :
Obat :
Biaya obat:
Lama inap:
Kamar inap:
Biaya kamar:
Discount:
Total bayar:
Catatan dari user;
  • Jika keluhan = umum, maka dokter = dr.ilham wijaya dan biaya dokter =100000(100ribu)
  • Jika keluhan = gigi, maka dokter = dr. Artalya dan biaya dokter = 110000(110ribu)
  • Jika keluhan = anak, maka dokter = dr. Salim Hakim dan biaya dokter = 125000(125ribu)
  • Jika keluhan = kandungan, maka dokter = dr. Kartini, SKM dan biaya dokter = 95000(95ribu)
  • Jika obat “a” maka biaya obat = 50000(50ribu)
  • Jika obat “b” maka biaya obat = 65 ribu
  • Jika obat “c” maka biaya obat = 75 ribu
  • Jika obat “d” maka biaya obat = 100 ribu
  • Jika kamar inap =” vip” maka biaya kamar= 150 ribu permalam
  • Jika kamar inap = “kelas 1” maka biaya kamar = 125 ribu
  • Jika kamar inap = “kelas 2” maka biaya kamar = 110 ribu
  • Jika kamar inap = “sal” maka biaya kamar = 75 ribu
  • Discount = 5% dari transaksi
  • Jika Pasien rawat jalan, maka biaya kamar tidak ada


Berikut listing program dari contoh kasus ini.
program datars;
uses crt;
var bdok,bob,bkm,dsc,tby,tbr:real;
np:string[10];
nap:string[30];
jkl:string[10];
klh:string[17];
dok:string[30];
kin:string[10];
ob:string[3];
lin:byte;
begin
clrscr;
write('Nomor Pasien=');
readln(np);
write('Nama Pasien=');
readln(nap);
write('Jenis Kelamin=');
readln(jkl);
write('Keluhan=');
readln(klh);
write('Type Obat=');
readln(ob);
writeln('* Jika rawat jalan, isi kamar inap"jalan" ');
Writeln('** Pilihan jenis kamar inap adalah"vip","k1","k2","sal",dan"jalan"');
writeln('*** Jika rawat jalan, isi lama inap"1"');
write('Kelas kamar=');
readln(kin);
write('Lama Inap=');
readln(lin);
if klh='umum' then begin
dok:='dr.ilham';
bdok:=100000*lin;
end
else
if klh='gigi' then begin
dok:='dr.Artalya';
bdok:=110000*lin;
end
else
if klh='anak' then begin
dok:='dr.Salim';
bdok:=125000*lin;
end
else begin
dok:='dr.Kartini';
bdok:=95000*lin;
end;
write('Dokter=',dok);
readln;
write('Biaya Dokter=',bdok:2:0);
readln;
if ob='a' then begin
bob:=50000;
end
else
if ob='b' then begin
bob:=65000;
end
else
if ob='c' then begin
bob:=75000;
end
else begin
bob:=100000;
end;
write('Biaya Obat=',bob:2:0);
readln;
if kin='vip' then begin
bkm:=150000*lin;
end
else
if kin='k1' then begin
bkm:=125000*lin;
end
else
if kin='k2' then begin
bkm:=110000*lin;
end
else
if kin='sal' then begin
bkm:=70000*lin;
end
else begin
bkm:=0;
end;
write('Biaya Kamar=',bkm:2:0);
readln;
tby:=bdok+bob+bkm;
dsc:=tby*0.05;
tbr:=tby-dsc;
writeln('Total Bayar=',tbr:2:0);
readkey;
end.
Inilah tampilan saat program dijalankan;
Tampilan program klinik

Demikianlah penjelasan yang bisa saya jabarkan tentang"Cara Membuat Program Dengan Turbo Pascal"
Sumber : http://fendri-informatika.blogspot.com/2011/05/cara-membuat-program-dengan-turbo.html

Senin, 30 April 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Osmosis

Kebutuhan terhadap sumber energi, terutama energi listrik, mendorong munculnya banyak variasi sumber pembangkit. Terlebih adanya desakan untuk menciptakan sumber pembangkit ramah lingkungan, menjadi salah satu faktor pendorong untuk mencari sumber energi lain selain bahan bakar fosil. Salah satu yang saat ini sedang ramai adalah pembangkit dengan konsep renewable energy yang umumnya sudah banyak dikembangkan di negara – negara maju. Salah satu bagian dari renewable energy adalah pembangkit listrik menggunakan teknik energi osmosis yang akan dibahas pada artikel ini.

Pada prinsipnya, proses pembangkitan listrik melibatkan perubahan energi kinetik menjadi energi listrik (memutar rotor pada generator). Energi kinetik inilah yang umum menjadi permasalahan. Hal ini dikarenakan pada metode pembangkitan secara konvesional (seperti pembangkit berbahan bakar fosil) bahan bakar tersebut akan dibakar untuk memanaskan air, yang pada proses selanjutnya akan menghasilkan tekanan untuk memutar rotor. Hal inilah yang kemudian dilihat dan berusaha dimanfaatkan pada proses osmosis.

Berdasarkan pengertiannya, Osmosis merupakan salah satu sifat yang dimiliki dari benda cair (fluida) untuk berpindah melalui lapisan semiperrmiabel diantara 2 fluida yang memiliki kepekatan berbeda. Lapisan semipermiabel ini berfungsi untuk memisahkan 2 lapisan dan hanya mampu ditembus oleh air, sementara partikel yang lain tertahan. Sehingga arah pergerakan fluida berasal dari fluida dengan kepekatan rendah menuju fluida dengan kepekatan lebih tinggi hingga dicapai kepekatan yang sama.

Perpindahan fluida ini akan mengakibatkan adanya perubahan volume yang juga mengakibatkan tekanan pada sisi fluida yang lebih pekat. Tekanan ini kemudian akan menyebabkan pergerakan fluida dan tekanan yang dapat digunakan sebagai sumber energi kinetik. Konsep inilah yang kemudian digunakan pada pembangkit listrik dengan konsep teknik osmosis dengan memanfaatkan air laut. Dengan memanfaatkan kepekatan air laut dan juga air murni, pembangkit listrik dengan teknik osmosis dapat dikembangkan.

Untuk lebih memahami mengenai proses osmosis, dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Pada kondisi awal


Pada saat proses osmosis telah mencapai titik keseimbangan

Teknik osmosis yang digunakan pada pembangkit listrik memiliki 2 tipe yang berbeda, yaitu SHEOPP Converter dan Underground PLO Plant.

SHEOPP Converter

SHEOP Converter merupakan pembangkit listrik yang terpasang di dasar permukaan laut. Prinsip yang digunakan pada pembangkit ini adalah menggunakan air laut sebagai fluida pekat, dan memanfaatkan aliran air sungai atau dam yang berfungsi sebagai fluida yang kurang pekat. Dasar peletakan pembangkit ini didasar laut dikarenakan faktor beda ketinggian dan juga kadar kepekatan air laut itu sendiri. Faktor ini cukup mempengaruhi energi listrik yang nantinya dapat dibangkitkan.


SHEOPP Converter Plant


Underground PLO Plant

Pada prinsipnya, tipe pembangkit Undergorund PLO Plant memiliki prinsio kerja yang sama dengan SHEOPP Converter. Perbedaan terletak pada penempatan pembangkit. Jika pada SHEOPP Converter, pembangkit diletakkan pada bagian dasar laut untuk memastikan tekanan dan jumlah fluida yang tepat, maka pada pembangkit tipe Undergorund PLO plant pembangkit diletakkan di bawah tanah. Hal ini yang didasarkan untuk memunculkan perbedaan tekanan, dengan mengalirkan air dari sungai atau dam dan air laut menuju ke level tekanan yang lebih rendah. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar di bawah ini :


Underground PLO Plant

Akan tetapi, seperti banyak pembangkit renewable energy lainnya, konsep pembangkit dengan teknik osmosis masih mendapat banyak tantangan. Hal ini terkait dengan faktor – faktor kualitas, kuantitas, dan ekonomis yang kurang baik. Permasalahan terutama terpaku pada kemampuan lapisan semipermiabel sebagai bagian penting teknik ini, dan juga faktor biaya yang dibutuhkan dalam menghasilkan energi listrik per Watt-nya.Oleh karena itu masih sedikit pembangkit listrik dengan teknik ini yang dikembangkan.

Perkembangan pembangkit dengan teknik ini sampai sekarang, hanya terdapat beberapa tempat , diantaranya adalah oleh perusahaan Starkraft di Tofte, Norwegia dan Eddy Potash Mine di New Mexico. Bahkan ketika pertama kali dibangun, pembangkit listrik yang berada di Norwegia hanya mampu menghasilkan beberapa kilo-Watt yang jika dikonversikan hanya dapat memanaskan air untuk 1-2 ketel.

Perhatian pada pembangkit ini pun akhirnya menarik beberapa pihak untuk meneliti dan menelaah lebih jauh. Salah satunya adalah perhatian untuk peningkatan kerja pada sisi lapisan semipermiabelnya. Namun, seiring waktu berjalan, bukanlah sesuatu yang tidak mungkin apabila di masa depan pembangkit dengan teknik ini dapat menjadi salah satu bagian dari sistem pembangkit listrik dengan dasar renewable energy.

Referensi :

[1] http://www.exergy.se/goran/cng/alten/proj/97/o/

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Osmotic_power

[4] http://www.osmosefilmer.com/engelsk2.html

[3]Haynie, Donald T. (2001). Biological Thermodynamics. Cambridge: Cambridge University Press. pp. 130–136.

[5]http://www.osti.gov/bridge/servlets/purl/756432-k7Q3X9/webviewable/

[6] http://www.newscientist.com/article/dn18204-first-osmosis-power-plant-goes-on-stream-in-norway.html

Jumat, 30 Maret 2012

Fire Protection Pada Transformator

Fire Protection.

Trafo Tenaga adalah salah satu peralatan yang cukup mahal yang terpasang di pusat pembangkit dan Gardu Induk. Setiap Trafo Tenaga terisi dengan material yang mudah terbakar dengan jumlah yang cukup besar yang mana bila tersulut dapat menjalarkan api ke instalasi yang berdekatan. Oleh karena itu sangat perlu dilengkapi dengan peralatan pengamannya.

Kegagalan-kegagalan Trafo Tenaga umumnya disebabkan oleh Break Down isolasi pada bagian internal Trafo. Adanya energi busur listrik akan diikuti kenaikan temperatur dan tekanan yang sangat cepat di dalam tangki Trafo. Terbakarnya minyak pada jumlah tertentu dapat mengakibatkan tekanan yang sangat tinggi kearah luar melalui kisaran bidang tertentu dan dapat langsung diikuti nyala api.

Salah satu peralatan proteksi yang dapat mencegah api dan ledakan yang merusak Trafo adalah “SERGI” yang metode pengamanannya disebut sebagai pengaman Trafo dari ledakan dan kebakaran. Sistim Kerja Pengaman Ledakan dan Kebakaran Trafo Tenaga.
Berikut ini merupakan skema logic sistim kerja Sergi type 3000 :