Sabtu, 19 Mei 2012

Program Untuk Perhitungan Biaya Pemakaian Listrik Dengan Bahasa Turbo Pascal

Program Untuk Perhitungan Biaya Pemakaian Listrik Dengan Bahasa Turbo Pascal

Semakin hari Kebutuhan semakin bertambah, namun harga kebutuhan pokok justru semakin naik. Setelah diselikidiki ternyata ada hubungannya juga dengan kenaikan Tarif dasar listrik yang kadang dihiasi dengan kenaikan BBM. Nah makanya mulai sekarang kita mesti belajar ngirit. Untuk itu pada artikel ini akan dibahas mengenai pengiritan Listrik, tepatnya perhitungan biaya pemakaian listrik supaya kita bisa ngirit dalam menggunakan setrum atau listrik. Masih dengan bahasa pemrograman yang sama yaitu turbo pascal for DOS versi 7.0.
Sebagai contoh kasus misalnya, tarif dasar listrik Rp. 100,- per KWh. dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Jika Daya yang digunakan > 1300 VA maka :

- jika pemakaian > 300 KWh maka dikenakan denda 10%
- jika pemakaian <= 300 KWh maka dikenakan diskon 10%

2. Jika Daya yang digunakan <= 1300 VA maka :
- jika pemakaian > 100 KWh maka dikenakan denda 20%
- jika pemakaian <= 100 KWh maka dikenakan diskon 20% 
 
Disini kita menggunakan instruksi if .... then... else bertingkat untuk menyelesaikan algoritma dari permasalahan di atas. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika ada kondisi seperti di atas maka nilai yang tertinggi dulu yang dimasukkan ke instruksi tersebut.


1. Langkah pertama jalankan Turbo pascal, kemudian Ketikkan listing program berikut :

uses crt;
var daya,pemakaian,total:real;
ulang:char;
begin
repeat
clrscr;
writeln('Perhitungan biaya pemakaian listrik (Rp.100,- per KWh)');
writeln;
write('Besar daya listrik (VA) =');readln(daya);
write('Besar pemakaian (Kwh) =');readln(pemakaian);
if daya>1300 then
if pemakaian > 300 then
total:=1.1*pemakaian*150; {denda 10%}
if pemakaian <= 300 then
total:=0.9*pemakaian*150;{diskon 10%}
else
if pemakaian > 100 then
total:=1.2*pemakaian*150;{denda 20%}
if pemakaian <= 100 then
total:=0.8*pemakaian*150;{diskon 20%}

writeln('total biaya yang harus dibayar Rp.',total:1:0,',-');
writeln('Tekan sembarang tombol untuk mengulang atau X untuk keluar');
ulang:=readkey;
until upcase(ulang)='X';
end.
 
2. Kemudian jalankan program tersebut dengan menekan ctrl+F9 (Run), hasilnya seperti gambar berikut :



inti dari pembahasan kali ini adalah penggunaan struktur IF..then bertingkat, perhatikan penggunaan instruksi if..then di atas. 

terima kasih

Jumat, 11 Mei 2012

Pascal : Program Tumpukkan (Looping)

Pascal : Program Tumpukkan
Program Tumpukan ;
uses wincrt;
const MaxElemen=5;
type Tumpukan =record
isi:array[1..MaxElemen] of integer;
atas: 0..MaxElemen
end;
type isi=array[0..maxelemen] of integer;
const isilama1:isi=(3,7,2,6,4,8);
isibaru1:isi=(4,8,3,6,5,1);
var
Nilailama,Nilaibaru:isi;
T:tumpukan;
{---------------------------------------------------------------------}
Procedure Ganti_NilaiStack(T:tumpukan;Nilailama,Nilaibaru:isi);
var
penuh,habis: boolean;
x,i:integer;
{---------------------------------------------------------------------}
procedure push( var T:tumpukan; var penuh:boolean;x:integer);
begin
if T.atas = maxElemen then penuh:=true
else
begin
penuh :=false;
T.isi[T.atas]:=x;
T.atas:=T.atas+1;
end;
end;
{---------------------------------------------------------------------}
procedure pop(var T:tumpukan;var habis:boolean; var x:integer);
begin
if T.atas =0 then habis:=true
else
begin
habis:=false;
T.atas:=T.atas-1;
x:=T.isi[T.atas];
end;
end;
{---------------------------------------------------------------------}
begin
clrscr;
write('Nilai Lama Sebelum Masuk Tumpukan : ');
for i:=0 to maxelemen do
write(isilama1[i]);
writeln;
write('Nilai Baru Sebelum Masuk Tumpukan : ');
for i:=0 to maxelemen do
write(isibaru1[i]);
6
writeln;
penuh:=false;
while penuh=false do
begin
push(T,penuh,Nilailama[T.atas]);
end;
write('Isi Tumpukan Lama : ');
while T.atas<>0 do
begin
pop(T,habis,x);
write(x);
end;
writeln;penuh:=false;
while penuh=false do
begin
push(T,penuh,Nilaibaru[T.atas]);
end;
write('Isi Tumpukan Baru : ');
while T.atas<>0 do
begin
pop(T,habis,x);
write(x);
end;
end;
{---------------------------------------------------------------------}
begin
Nilailama:=isilama1;Nilaibaru:=isibaru1;
Ganti_NilaiStack(T,Nilailama,Nilaibaru);
readkey;
end.

Sumber : http://kumpulanprogram.nikisunday.com/2010/12/pascal-program-tumpukkan.html

Cara Membuat Program Dengan Turbo Pascal


Cara Membuat Program Dengan Turbo Pascal

 Program yang akan saya jelaskan berikut adalah contoh pengolahan data pada sebuah klinik. Pada contoh ini saya sertakan flow/deskripsi kebutuhan user dari program dan listing kode program. Listing program bisa sobat edit sesuai kebutuhan. Program ini saya buat berdasarkan tips membuat program pada blog ini.

Coba praktekan latihan berikut ini:
Berikut deskripsi kebutuhan user dari program pembayaran pada sebuah klinik;
Berikut adalah pengolahan data sebuah klinik
Nomor pasien :
Nama pasien :
Jenis kelamin :
Keluhan:
Dokter :
Biaya dokter :
Obat :
Biaya obat:
Lama inap:
Kamar inap:
Biaya kamar:
Discount:
Total bayar:
Catatan dari user;
  • Jika keluhan = umum, maka dokter = dr.ilham wijaya dan biaya dokter =100000(100ribu)
  • Jika keluhan = gigi, maka dokter = dr. Artalya dan biaya dokter = 110000(110ribu)
  • Jika keluhan = anak, maka dokter = dr. Salim Hakim dan biaya dokter = 125000(125ribu)
  • Jika keluhan = kandungan, maka dokter = dr. Kartini, SKM dan biaya dokter = 95000(95ribu)
  • Jika obat “a” maka biaya obat = 50000(50ribu)
  • Jika obat “b” maka biaya obat = 65 ribu
  • Jika obat “c” maka biaya obat = 75 ribu
  • Jika obat “d” maka biaya obat = 100 ribu
  • Jika kamar inap =” vip” maka biaya kamar= 150 ribu permalam
  • Jika kamar inap = “kelas 1” maka biaya kamar = 125 ribu
  • Jika kamar inap = “kelas 2” maka biaya kamar = 110 ribu
  • Jika kamar inap = “sal” maka biaya kamar = 75 ribu
  • Discount = 5% dari transaksi
  • Jika Pasien rawat jalan, maka biaya kamar tidak ada


Berikut listing program dari contoh kasus ini.
program datars;
uses crt;
var bdok,bob,bkm,dsc,tby,tbr:real;
np:string[10];
nap:string[30];
jkl:string[10];
klh:string[17];
dok:string[30];
kin:string[10];
ob:string[3];
lin:byte;
begin
clrscr;
write('Nomor Pasien=');
readln(np);
write('Nama Pasien=');
readln(nap);
write('Jenis Kelamin=');
readln(jkl);
write('Keluhan=');
readln(klh);
write('Type Obat=');
readln(ob);
writeln('* Jika rawat jalan, isi kamar inap"jalan" ');
Writeln('** Pilihan jenis kamar inap adalah"vip","k1","k2","sal",dan"jalan"');
writeln('*** Jika rawat jalan, isi lama inap"1"');
write('Kelas kamar=');
readln(kin);
write('Lama Inap=');
readln(lin);
if klh='umum' then begin
dok:='dr.ilham';
bdok:=100000*lin;
end
else
if klh='gigi' then begin
dok:='dr.Artalya';
bdok:=110000*lin;
end
else
if klh='anak' then begin
dok:='dr.Salim';
bdok:=125000*lin;
end
else begin
dok:='dr.Kartini';
bdok:=95000*lin;
end;
write('Dokter=',dok);
readln;
write('Biaya Dokter=',bdok:2:0);
readln;
if ob='a' then begin
bob:=50000;
end
else
if ob='b' then begin
bob:=65000;
end
else
if ob='c' then begin
bob:=75000;
end
else begin
bob:=100000;
end;
write('Biaya Obat=',bob:2:0);
readln;
if kin='vip' then begin
bkm:=150000*lin;
end
else
if kin='k1' then begin
bkm:=125000*lin;
end
else
if kin='k2' then begin
bkm:=110000*lin;
end
else
if kin='sal' then begin
bkm:=70000*lin;
end
else begin
bkm:=0;
end;
write('Biaya Kamar=',bkm:2:0);
readln;
tby:=bdok+bob+bkm;
dsc:=tby*0.05;
tbr:=tby-dsc;
writeln('Total Bayar=',tbr:2:0);
readkey;
end.
Inilah tampilan saat program dijalankan;
Tampilan program klinik

Demikianlah penjelasan yang bisa saya jabarkan tentang"Cara Membuat Program Dengan Turbo Pascal"
Sumber : http://fendri-informatika.blogspot.com/2011/05/cara-membuat-program-dengan-turbo.html

Senin, 30 April 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Osmosis

Kebutuhan terhadap sumber energi, terutama energi listrik, mendorong munculnya banyak variasi sumber pembangkit. Terlebih adanya desakan untuk menciptakan sumber pembangkit ramah lingkungan, menjadi salah satu faktor pendorong untuk mencari sumber energi lain selain bahan bakar fosil. Salah satu yang saat ini sedang ramai adalah pembangkit dengan konsep renewable energy yang umumnya sudah banyak dikembangkan di negara – negara maju. Salah satu bagian dari renewable energy adalah pembangkit listrik menggunakan teknik energi osmosis yang akan dibahas pada artikel ini.

Pada prinsipnya, proses pembangkitan listrik melibatkan perubahan energi kinetik menjadi energi listrik (memutar rotor pada generator). Energi kinetik inilah yang umum menjadi permasalahan. Hal ini dikarenakan pada metode pembangkitan secara konvesional (seperti pembangkit berbahan bakar fosil) bahan bakar tersebut akan dibakar untuk memanaskan air, yang pada proses selanjutnya akan menghasilkan tekanan untuk memutar rotor. Hal inilah yang kemudian dilihat dan berusaha dimanfaatkan pada proses osmosis.

Berdasarkan pengertiannya, Osmosis merupakan salah satu sifat yang dimiliki dari benda cair (fluida) untuk berpindah melalui lapisan semiperrmiabel diantara 2 fluida yang memiliki kepekatan berbeda. Lapisan semipermiabel ini berfungsi untuk memisahkan 2 lapisan dan hanya mampu ditembus oleh air, sementara partikel yang lain tertahan. Sehingga arah pergerakan fluida berasal dari fluida dengan kepekatan rendah menuju fluida dengan kepekatan lebih tinggi hingga dicapai kepekatan yang sama.

Perpindahan fluida ini akan mengakibatkan adanya perubahan volume yang juga mengakibatkan tekanan pada sisi fluida yang lebih pekat. Tekanan ini kemudian akan menyebabkan pergerakan fluida dan tekanan yang dapat digunakan sebagai sumber energi kinetik. Konsep inilah yang kemudian digunakan pada pembangkit listrik dengan konsep teknik osmosis dengan memanfaatkan air laut. Dengan memanfaatkan kepekatan air laut dan juga air murni, pembangkit listrik dengan teknik osmosis dapat dikembangkan.

Untuk lebih memahami mengenai proses osmosis, dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Pada kondisi awal


Pada saat proses osmosis telah mencapai titik keseimbangan

Teknik osmosis yang digunakan pada pembangkit listrik memiliki 2 tipe yang berbeda, yaitu SHEOPP Converter dan Underground PLO Plant.

SHEOPP Converter

SHEOP Converter merupakan pembangkit listrik yang terpasang di dasar permukaan laut. Prinsip yang digunakan pada pembangkit ini adalah menggunakan air laut sebagai fluida pekat, dan memanfaatkan aliran air sungai atau dam yang berfungsi sebagai fluida yang kurang pekat. Dasar peletakan pembangkit ini didasar laut dikarenakan faktor beda ketinggian dan juga kadar kepekatan air laut itu sendiri. Faktor ini cukup mempengaruhi energi listrik yang nantinya dapat dibangkitkan.


SHEOPP Converter Plant


Underground PLO Plant

Pada prinsipnya, tipe pembangkit Undergorund PLO Plant memiliki prinsio kerja yang sama dengan SHEOPP Converter. Perbedaan terletak pada penempatan pembangkit. Jika pada SHEOPP Converter, pembangkit diletakkan pada bagian dasar laut untuk memastikan tekanan dan jumlah fluida yang tepat, maka pada pembangkit tipe Undergorund PLO plant pembangkit diletakkan di bawah tanah. Hal ini yang didasarkan untuk memunculkan perbedaan tekanan, dengan mengalirkan air dari sungai atau dam dan air laut menuju ke level tekanan yang lebih rendah. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar di bawah ini :


Underground PLO Plant

Akan tetapi, seperti banyak pembangkit renewable energy lainnya, konsep pembangkit dengan teknik osmosis masih mendapat banyak tantangan. Hal ini terkait dengan faktor – faktor kualitas, kuantitas, dan ekonomis yang kurang baik. Permasalahan terutama terpaku pada kemampuan lapisan semipermiabel sebagai bagian penting teknik ini, dan juga faktor biaya yang dibutuhkan dalam menghasilkan energi listrik per Watt-nya.Oleh karena itu masih sedikit pembangkit listrik dengan teknik ini yang dikembangkan.

Perkembangan pembangkit dengan teknik ini sampai sekarang, hanya terdapat beberapa tempat , diantaranya adalah oleh perusahaan Starkraft di Tofte, Norwegia dan Eddy Potash Mine di New Mexico. Bahkan ketika pertama kali dibangun, pembangkit listrik yang berada di Norwegia hanya mampu menghasilkan beberapa kilo-Watt yang jika dikonversikan hanya dapat memanaskan air untuk 1-2 ketel.

Perhatian pada pembangkit ini pun akhirnya menarik beberapa pihak untuk meneliti dan menelaah lebih jauh. Salah satunya adalah perhatian untuk peningkatan kerja pada sisi lapisan semipermiabelnya. Namun, seiring waktu berjalan, bukanlah sesuatu yang tidak mungkin apabila di masa depan pembangkit dengan teknik ini dapat menjadi salah satu bagian dari sistem pembangkit listrik dengan dasar renewable energy.

Referensi :

[1] http://www.exergy.se/goran/cng/alten/proj/97/o/

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Osmotic_power

[4] http://www.osmosefilmer.com/engelsk2.html

[3]Haynie, Donald T. (2001). Biological Thermodynamics. Cambridge: Cambridge University Press. pp. 130–136.

[5]http://www.osti.gov/bridge/servlets/purl/756432-k7Q3X9/webviewable/

[6] http://www.newscientist.com/article/dn18204-first-osmosis-power-plant-goes-on-stream-in-norway.html

Jumat, 30 Maret 2012

Fire Protection Pada Transformator

Fire Protection.

Trafo Tenaga adalah salah satu peralatan yang cukup mahal yang terpasang di pusat pembangkit dan Gardu Induk. Setiap Trafo Tenaga terisi dengan material yang mudah terbakar dengan jumlah yang cukup besar yang mana bila tersulut dapat menjalarkan api ke instalasi yang berdekatan. Oleh karena itu sangat perlu dilengkapi dengan peralatan pengamannya.

Kegagalan-kegagalan Trafo Tenaga umumnya disebabkan oleh Break Down isolasi pada bagian internal Trafo. Adanya energi busur listrik akan diikuti kenaikan temperatur dan tekanan yang sangat cepat di dalam tangki Trafo. Terbakarnya minyak pada jumlah tertentu dapat mengakibatkan tekanan yang sangat tinggi kearah luar melalui kisaran bidang tertentu dan dapat langsung diikuti nyala api.

Salah satu peralatan proteksi yang dapat mencegah api dan ledakan yang merusak Trafo adalah “SERGI” yang metode pengamanannya disebut sebagai pengaman Trafo dari ledakan dan kebakaran. Sistim Kerja Pengaman Ledakan dan Kebakaran Trafo Tenaga.
Berikut ini merupakan skema logic sistim kerja Sergi type 3000 :

Pengenalan Gardu Induk dan Flowchart

PENGENALAN GARDU INDUK
Gardu Induk  adalah  suatu  instalasi  yang  terdiri  dari peralatan listrik tegangan tinggi yang berfungsi untuk mentransfer tenaga listrik dari tegangan yang Berbeda ,  pengukuran,  pengawasan,  pengamanan sistem  tenaga  listrik  serta  pengaturan  daya.
~        Gardu Induk merupakan sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi) tenaga listrik, atau merupakan satu kesatuan dari sistem penyaluran (transmisi).
~        Penyaluran (transmisi) merupakan sub sistem dari sistem tenaga listrik.
~        Berarti, gardu induk  merupakan sub-sub sistem dari sistem tenaga listrik.
~        Sebagai sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi), gardu induk mempunyai peranan penting, dalam pengoperasiannya tidak dapat dipisahkan dari sistem penyaluran (transmisi) secara keseluruhan.
      Dalam pembahasan ini difokuskan pada masalah gardu induk yang pada umumnya terpasang di Indonesia, pembahasannya bersifat praktis (terapan) sesuai konsttruksi yang terpasang di lapangan.
Mentransformasikan daya listrik :
~       Dari tegangan ekstra tinggi ke tegangan tinggi (500 KV/150 KV).
~       Dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah (150 KV/ 70 KV).
~       Dari tegangan  tinggi ke tegangan menengah (150 KV/ 20 KV, 70 KV/20 KV).
~       Dengan frequensi tetap (di Indonesia 50 Hertz).
~        Untuk pengukuran, pengawasan operasi serta pengamanan dari sistem     tenaga listrik.
Pengaturan pelayanan beban ke gardu induk-gardu induk lain melalui             tegangan tinggi dan ke gardu distribusi-gardu distribusi, setelah melalui proses penurunan tegangan melalui penyulang-penyulang   (feeder-      feeder) tegangan menengah yang ada di gardu induk.
~        Untuk sarana  telekomunikasi (pada umumnya untuk internal PLN),            yang     kita    kenal dengan istilah SCADA.
PERMASALAHAN
Peristiwa meledaknya trafo pada gardu induk cawang, diakibatkan karena adanya pengotor pada GIL (Gas Insulated Transmission Line) SF6. GIS (Gas Insulated Substasion) SF6 merupakan suatu teknologi maju tentang isolasi tegangan tinggi yang boleh dikatakan paling aman dari isolasi lainnya. Ketika selubung SF6 tersebut terdapat kotoran/zat pengotor maka akan terjadi pengumpulan pada beberapa spot di dalam selubung SF6. Kotoran tersebut makin lama makin fix atau menetap pada suatu titik dan akan menjadi pengotor fix. Hal ini akan membentuk sebuah benjolan yang runcing di dalam selubung SF6. Seperti yang kita tahu bahwa ketika terdapat ujung yang runcing pada suatu tempat dengan medan yang tinggi maka permukaan yang runcing tersebut akan menjadikan daerah medan dengan kuat medan tertinggi dari pada daerah sekitarnya.
Ketika kejadian seperti ini, dalam skala pengotor yang fix yang masih kecil akan menimbulkan korona pada daerah tersebut di luar selubung SF6. Namun ketika pengotor fix tersebut sudah mencapai dimana keadaan tembus tegangan terpenuhi, maka breakdown pada internal isolasi SF6 tak terelakan.
Tembus tegangan ini akan menimbulkan busur api yang hebat mengingat jaringan yang terpasang saat itu adalah 500 kV (Tergolong Tegangan Ekstra Tinggi). Karena Bushing trafo kontak langsung dengan salauran transmisi SF6 maka isolator-isolator pada bushing rusak sehingga busur api makin merajalela memasuki isolasi minyak dari trafo.
  CARA PENCEGAHAN KORONA
Filter dapat  menyaring udara bebas dari luar yang akan masuk ke dalam agar selalu dalam keadaan bersih. Dengan adanya filter maka partikel garam yang berasal dari air laut dan terbang bersama angin dapat ditangkap oleh filter udara. Sehingga partikel garam tersebut tidak menempel pada bushing transformator yang dapat menyebabkan korona.
 Alat – alat yang di gunakan dalam perancangan :
1. Filter Udara , sebagai penyaring partikel- partikel garam dan debu.
2. kompressor, sebagai pembersih filter dengan memberikan tekanan udara pada filter
FLOW CHART